Persaingan di di dunia usaha yang semakin ketat menuntut setiap perusahaan untuk menemukan suatu strategi yang jitu untuk memenangkan persaingan tersebut Out sourcing sebagai .salah satu strategi yang saat ini lagi banyak di bicarakan orang baik itu yang memuji dan mencaci, apalagi di tambah lagi dengan kisah sukses Lion Air yang sangat fenomenal. Karena disamping sebagai maskapi penerbangan yang berumur masih muda, juga telah membuktikan bahwa murah itu bukan berarti murahan. Perusahaan ini sejak kemunculannya untuk pertama kalinya sudah mencuri perhatian para pemerhati dunia bisnis kususnya bisnis penerbangan. Bagaimana tidak gara – gara ulahnya yang menjual dengan tiket dengan harga yang sangat murah itu telah membuat Merpati dan Garuda yang merupakan perusahaan maskapi penerbangan senior di Indonesia menjadi kebakaran jenggot, pasalnya Merpati yang mula- mula menempati urutan kedua dalam market share jasa Airlines tiba-tiba tersungkur ke posisi ketiga. Garuda pun tak kalah dibuat terperajat dengan ulah Lion yang awalnya dianggap sebagai anak kemarin sore tiba- tiba sudah bertengger di posisi kedua dan terusa menempel posisi Garuda baik di jalur domestic dan luar negeri. Bahkan maskapi penerbangan asing Virgin airlines yang ingin masuk ke Indonesia bukannya takut dengan keberadaan Garuda tapi malah mengganggap Lion air sebagai pesaing pesaing utamanya jika masuk ke pasar Indonesia.
Kesuksesan Lion Air bukan hanya membuahkan kebanggaan kepada diri Rusdi Kirana sebagai pemilik PT Lion Mentari Airlines. Tapi juga masalah yang telah membuatnya sedikit tertekan seperti yang diungkapkannya pada seminar di MM UGM pada tanggal 15 januari kemarin. Ia sempat dipanggil oleh DPR dan di berondong dengan pertanyaan – pertanyaan seputar strategi outsourcing yang di pakainya. Yah sepertinya Rusdi Kirana telalu cerdas untuk saudara –saudaranya di republik ini. Bukannya di dukung karena telah ikut memberiakan pelayanan di bidang penerbangan kepada rakyat kelas bawah yang sering terlupakan tapi malah dituduh berusaha membunuh bidang angkutan darat dan laut, dikarenakan harga tiket dari Lion air yang dipatok sanagat murah tersebut telah merebut banyak penupang dari dua jenis angkutan tersebut.
2. Pembahasan
Sebenarnya Outsourcing bukanlah hanya didominasi oleh perusahaan airlines. Tapi jauh sebelum kasus Lion Air mencuat ke permukaan. Industri lain telah lama menggunakannya seperti pada industri perbankan, diamana pihak bank menyerahkan urusan pengelolaan teknologi informasi kepada pihak lain, kemudian penggunaan jasa akuntan publik merupakan suatu bentuk outsourcing.
Outsourcing tidak dapat diartikan secara sempit sebagai usaha untuk memangkas biaya dengan mengabaikan unsur kualitas, seperti yang telah menjadi patokan kebanyakan orang selama ini yaitu “low price low quality”. Lion Air dapat mematok harga tiket dengan harga murah dikarenakan dalam operasional perusahaan tersebut menyerahkan hal – hal selain “core product” nya kepada pihak lain, seperti katering , pengadaan komponen pesawat, dan masalah perawatan pesawat. Pelimpahan pekerjaan yang dilakukan oleh Lion Air menurut yang diungkapkan Rusdi Kirana adalah setara dengan 1.300 pegawai Lion Air atau sekitar 30%. Sehingga dengan melimpahkannya kepada pihak lain maka Lion Air mendapatkan penghematan biaya yang membuat ia mampu untuk menjual tiketnya dengan harga murah ( Warta ekonomi, 2003 )
Sekarang bukan zamannya lagi sebuah perusahaan masih menangani semua pekerjaan yang bukan menjadi core dari bisnisnya. Sebaliknya perusahaan zaman sekarang harus berpikir, jika ada pihak lain yang bisa mengerjakan pekerjaan tersebut dengan biaya yang lebih murah dan kualitas yang sama, atau bisa jug lebih baik. Maka kenapa tidak jika pekerjaan di luar core bisnis diserahkan saja ke pihak lain yang menawarkan jasa outsourcing.
2.1. Asal Muasal Outsourcing
Sebelum Kita membahas mengenai outsourcing ada baiknya jika kita membahas mengenai awal mula munculnya pemikiran tentang outsourcing. Pada dasarnya outsourcing telah ada sejak jaman Yunani dan Romawi, dimana pada saat itu baik Yunani dan Romawi menyewa prajurit asing untuk bertempur pada peperangan mereka, tidak hanya itu mereka juga menyewa ahli bangunan asing untuk membangun kota beserta dan istana bagi kepentingan bangsa Yunani dan Romawi. Dengan adanya perkembangn sosial yang ada, membuat prinsip outsourcing mulai diterapkan jug dalam dunia usaha. (Suwondo,2003 : 2)
Awal timbulnya pemikiran outsourcing pada dunia bisnis adalah adanya usaha untuk membagi resiko usaha dalam berbagai masalah, termasuk ketenagakerjaan hal – hal iitu di sebabgkan oleh adanya perkembangn yang terjadi pada keadaan sosial dan budaya serta peraturan di Negara barat pada awal abad 20, tidak sedikit dari para pemilik modal yang mengeluh bahwa mereka tidak lagi memiliki waktu untuk berkonsentrasi pada produk dan layanan, nasabah dan pasar, serta pada kualitas dan distribusi. Penyebab meraka tidak dapat berkonsentarsi dengan baik adalah karena konsentrasi mereka telah dihabiskan pada masalah – masalah ketenagakerjaan. Adanya perubahan paradigma dari pandangan kerja tradisional bahwa pekerja melayani system menjadi pandangan kerja modern bahwa sistem harus melayani pekerja. Dengan adanya outsourcing sistem yang terbentuk didalam sebuah organisasi perusahaan adalah sistem fungsi dan proses, yaitu yang dioutsourcing akan melayani pekerja dalam organisasi perusahaan tidak lagi diperlukan orang kusus untuk melayani dan mengendalikan fungsi dan proses yang dioutsourcing tersebut. (Suwondo,2003 : 5 – 6)
Ada suatu rahasia umum di dunia kerja bahwa banyak perusahaan besar yang tidak atau belum merencanakan karier bagi tenaga kerja kerah biru untuk jabatan yang lebih tinggi.Tapi dengan menerapkan outsourcing memberikan kesempatan bagi pekerja kerah biru untuk dapat menduduki jabatan yang lebih tinggi. Kemajuan teknologi yang sanagt cepat menuntut perusahaan untuk cepat melakukan adaptasi, tapi masalahnya untuk beradaptasi sangatlah mahal biayanya dibandingkan dengan kebutuhan yang ada. (Suwondo, 2003 : 6 – 8)
Sejalan dengan perkembangan zaman, tujuan dari outsourcing yang semula untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, kini telah menjadi semakin kompleks. Yaitu telah berubah dari hanya strategi untuk menyelesaikan suatu masalah tapi kini digunkan untuk mendukung tujuan dan sasaran bisnis (Suwondo,2003 : 11)
Outsourcing dapat diartikan sebagai pendelegasian operasi dan manajemen harian dari suatu proses bisnis kepada pihak luar (perusahaan penyedia jasa outsourcing), Hal hal yang dapat didelegasikan dalam outsourcing adalah suatu fungsi dan proses bisnis tertentu untuk disisipkan dalam operasional bisinis perusahaan secara keseluruhan (Suwondo,2003 : 2 – 3 )
Ada beberapa hal yang memang disarankan untuk dioutsourcing yaitu hal-hal yang berada diluar core bisnis perusahaan tersebut sehingga perusahaan tersebut dapat berkonsentrasi secara optimal pada bisnis intinya. Sedangkan yang tidak disarankan untuk dioutsourcing adalah inti bisnis dari perusahaan tersebut karena hal itu merupakan kekayaan intelektual perusahaan yang menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan tersebut
Seperti yang dilakukan oleh Lion Air, ia mendelegasikan proses perawatan dan penyediaan makanan yang merupakan bukan inti dari bisnisnya kepada pihak di luar Lion Air, dimana kedua proses ini akan disisipkan didalam operasional bisnis keseluruhan dari Lion Air yaitu sebagi penyedia jasa angkutan udara.
2.2. Keuntungan Outsourcing
2.2.1. Keuntungan Jangka Panjang
Ada lima keuntungan jangka panjang jika perusahaan melakukan outsourcing, hal hal itu akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Meningkatkan fokus bisnis perusahaan
Dengan outsourcing perusahaan dapat berfokus hanya pada inti bisnisnya denga skala yang lebih luas. Perusahaan tidak perlu lagi direpotkan oleh masalah-masalah administrasi dan ketenagakerjaan yang timbul. Dengan mendelegasikan masalah diluar core bisnis seperti penyedian makanan, pemeliharaan, dan penyediaan suku cadang pesawat. Membuat Lion Air dapat lebih memfokuskan dirinya pada core bisnisnya yaitu sebagai penyedia jasa angkutan udara
2. Masuk pada kemampuan kelas dunia
Secara tidak langsung perusahaan penyedia jasa outsourcing akan membawa kelanjutan sumber-sumber kelas dunia untuk diberikan kepada client nya, sehingga memungkinkan adanya akses pada teknologi baru dan perlatan serta teknik yang belum dipergunakan sebelumnya. Dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan penyedian jasa outsourcing dibidang perawatan mesin pesawat dari Italia dan pengadaan suku cadang pesawat dari perusahaan asal Denmark maka Lioan Air dapat medapatkan akses teknologi baru dan teknik perawatan pesawat terbaru dengan standar internasional. Dan hal ini telah membuat Lion Air mampu masuk pada kemampuan kelas dunia.
3. Mempercepat keuntugan dari teknologi baru
Perusahaan penyedia jasa outsourcing biasanya melengkapi layananya dengan peralatan moderen karena kebutuhan akan kapasitas kerjanya. Dengan menyerahkan perawatan mesin pesawat dari Italia dan pengadaan suku cadang pesawat kepada pihak penyedian outsourcing maka Lion Air membuat pesawat – pesawat yang dimiliki kinerja yang lebih baik dan sanggup untuk melayani 88 – 100 penerbangan. Dan hal ini tentu saja memberikan keuntungan yang besar bagi Lion Air.
4. Membagi resiko usaha
Resiko investasi yang sangat besar dalam suatu perusahaan terutama pada kondisi politik dan sosial ekonomi. Dengan melakukan outsourcing maka Lion Air tidak menanggung resiko usaha yang besar karena Lion Air hanya akan menanggung resiko bisnis atas core bisnisnya saja sedangkan resiko bisnis yang menyangkut di luar core bisnis ditanggung sendiri oleh perusahaan penyedia jasa outsorcing yang bersangkutan.
5. Menggunakan sumber-sumber yang ada untuk aktivitas yang lebih strategis
Dengan melakukan outsourcing maka segala kegiatan yang bukan merupakan bisnis inti perusahaan tidak akan menjadi beban lagi. Segala sumber yang ada dapat difokuskan pada bisnis inti, seperti aktivitas memberikan layanan lebih kepada nasabah dan lain-lain. Dengan lebih terfokusnya perhatian Lion Air pada pemberian pelayanan dalam bidang jasa penerbangan, dikarenakan melakukan outsourcing. Maka perlahan tapi pasti Lion Air mulai meningkatkan pelayanannya, terbukti dengan disediakannya pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Boeing 747 untuk melayani rute dari medan ke luar luar negeri.
2.2.2. Keuntungan Jangka Pendek
Sedangkan keuntungan jangka pendek yang akan diperoleh perusahan yang melaksanakan outsourcing adalah :
1. Mengurangi dan mengendalikan biaya – biaya operasional
Dapat mengurangi dan mengendalikan biaya – biaya operasional. Pemakaian penyedia jasa dengan struktur biaya lebih murah merupakan salah satu keuntungan jangka pendek dari outsourcing. Dengan melakukan outsourcing atas hal –hal di luar core bisnis maka Lion Air dapat melakukan penghematan terhadap kegiatan operasionalnya sehingga mengakibatkan Lion Air dapat menjual tiket dengan harga yang lebih murah
2. Membuat tersedianya dana-dana modal
Outsourcing mengurangi kebutuhan investasi dana pada fungsi-fungsi di luar bisnis intinya . Upaya tersebut akan memungkinkan dana-dana modal tersedia untuk area-area bisnis inti. Dengan melakukan outsourcing terhadap hal-hal diluar core bisnisnya, maka Lion Air dapat memakai dana yang ada untuk meningkatkan pelayanannya, dibuktikan dengan membeli pesawat Boeing 777 dan Boeing 747 guna melayani rute luar negeri.
3. Sumber daya tidak perlu tersedia secara internal
Dengan melakukan outsourcing maka perusahaan dapat mengatasi keterbatasanya dalam memenuhi kebutuhan sumber daya di organisasinya. Ketidak mampuan itu dapat disebabkan oleh biaya yang terlalu besar untuk memenuhi kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan. Dikarenakan keterbatasan fasilitas pemeliharaan mesin pesawat dari pada harus membuat sendiri maka Lion Air memilih untuk menyerahkan perawatan pesawat pada perusahaan yang menyediakan jasa outsourcing di bidang perawatan mesin pesawat.
2.3. Kekurangan Outsourcing
Meskipun ide untuk melakukan outsourcing sangatlah menarik tapi perlu juga diingat bahwa segala sesuatunya pastilah mempunyai sisi yang menguntungkan dan yang kurang menguntungkan, dalam hal ini resiko dari melakukan outsourcing adalah
1. terjadinya pemogokan tenaga kerja atau terjadinya kesalahan teknis yang dilakukan oleh pihak penyedia jasa outsourcing, untuk mengatasi hal tersebut disarankan untuk tidak mengandalkan pada satu perusahaan jasa outsourcing untuk itu perusahaan perlu merangkul beberapa perusahaan penyedia jasa outsourcing dan itu membutuhkan kerja sama jangka panjang. Buruknya kinerja dari mitra outsourcing, hal ini dapat diatasi dengan meningkatkan ketelitian sebelum melakukan kontrak kerjasama.(Warta Ekonomi, 2003 No.16 )
3. Kesimpulan
Strategi outsourcing yang diterapkan oleh Lion Air telah membuat perusahaan ini mampu menjadi pionir dalam bidang low fare airline di Indonesia. Menjual tiket dengan harga yang murah, tanpa mengorbankan kualitas dari layanan yang diberikan merupakan keunggulan bersaing yang dimiliki oleh Lion Air dari menerapkan strategi outsourcing ini. Lion Air dapat lebih berkonsentrasi untuk mengembangkan layanan yang dimilikinya sesuai dengan core competency yang dimilikinya, karena hal-hal yang bukan menjadi core competency dari Lion Air diserahkan pada perusahaan lain yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut.
REFERENSI
1. Suwondo, Chandra, (2003), Outsourcing : Implementasi di Indonesia, Edisi pertama, PT Elex Media Komputindo, Jakarta
2. Warta Ekonomi No 16/THN.XV/13 Agustus 2003
4. Reporter Majalah Swa, Nugroho Supangat “Outsourcing : Siapa yang untung? “.
16 komentar:
Saya sangat setuju bahwa kebutuhan akan Information Technology (IT) menjadi sangat mutlak dewasa ini, baik sebagai individu maupun sebagai organisasi (perusahaan maupun pemerintah). Namun demikian, sehubungan dengan pengadaan, pengembangan serta pemeliharaan IT tersebut, apakah akan jauh lebih menguntungkan melalui proses outsourcing?? Tahapan-tahapan yang Saudari uraikan dalam proses outsourcing di atas sangatlah ideal, sementara implementasinya dalam dunia nyata mungkin saja akan jauh berbeda. Sejauh mana perusahaan yakin bahwa IT yang akan dikembangkan vendor akan memenuhi kebutuhan operasional perusahaan secara keseluruhan sementara vendor tidak terlibat langsung dalam operasional perusahaan sehari-hari? Sejauh mana perusahaan yakin adanya knowledge transfer akan terjadi dengan cepat dan tepat dari vendor ke pengguna IT di perusahaan tersebut sehingga penggunaan IT yang dikembangkan dapat optimal serta perusahaan tidak mengalami ketergantungan dalam hal maintenance di masa-masa yang akan datang?
Memang kebutuhan teknologi informasi pada saat ini menjadi susutu yang sangat mutlak dibutuhkan oleh perusahaan, tetapi kita harus jeli dalam memilih bagaimana sistem teknologi Informasi yang akan digunakan, apakah selfsourcing, outsoucing ataukah yang lainnya. kita harus memastikan seberapa efektifkan apabila kita melakukan outsourcing.
komunikasi yang intensif dengan provider IT Outsourcing memanga menjadi uatu keharusan untuk mengantisipasi kelemahan dalam melakukan IT Outsourcing,hal yang penting perlu dilakukan juga adalah melakukan sosialisasi kepad seluruh staf yang terlibat sehingga terjadi persamaan persepsi seluruh komponen yang terlibat
Lion Air telah mampu membutikan bahwa outsourcing lebih mengefisienkan biaya dibandingkan metode lainnya dalam pengembanagan sistem informasi. namun outsourcing sendiri juga bukan tidak memiliki kendala karena ke depannya perusahaan akan tergantung kepada vendor
dibalik suksesnya Lion Air sebagai Low Cost Fare Flight terbaik ternyata karena menerapkan Outsourcing, namun seiring ketatnya persaingan di industri penerbangan terutama yang Low Cost Fare apakah strategi ini dapat terus bertahan? seperti yang dikatakan saudara harritz diatas bisa - bisa perusahaan akan terlalu tergantung pada vendor
pilihan melakukan outsourcing sepertinya pilihan yang tepat bagi lion air..agar bisa fokus pada core bisnis, strategi outsourcing adalah strategi yang tepat..!
kesuksesan Lion Air dalam menerapkan strategi outsourcing telah dilaksanakan dengan mendelegasikan proses perawatan dan penyediaan makanan kepada pihak lain,sehingga bisa fokus pada bisnis sebenarnya..namun strategi ini juga memiliki kekurangan, apakah lion air memiliki upaya pencegahan dari kekurangan tersebut?
Artikel yang menarik,
Menurut saya keberhasilan penerapan outsourcing di Lion Air ini tidak terlepas dari budaya perusahaan yang open mind dalam menerima perubahan untuk mencapai kesuksesan tujuan yang ingin dicapai.
Dengan menggunakan outsourcing IT perusahaan (Lion Air) mengurangi fixed cost and initial cost technology yang umumnya memerlukan investasi besar dalam dunia bisnis. Dengan tidak adanya biaya tersebut, maka yang ada hanya variable cost. Akhirnya, penetapan harga jual pun bisa ditentukan rendah. Ini sudah mampu meng-cover biaya-biaya yang ada. Itulah kenapa Lion Air bisa memberikan harga murah kepada konsumen.
Lion Air bisa memfokuskan diri pada strategi lain, misalnya investasi pada beli atau leasing pesawat terbang baru. Pesawat baru membuat pelanggan merasa lebih nyaman. Sedangkan penggunaan IT untuk reservasi tiket, akuntansi, maupun pengelolaan keuangan dapat digunakan outsourcing.
Tx.
Akan lebih lengkap lagi bila tipe2 outsourcing dibahas di posting ini
Setiap strategi pasti ada cost dan benefitsnya sama hal nya dengan outsourcing
salam
DL
Sangat setuju bagaimana perusahaan dapat mengimplementasi outsourcing, tidak hanya untuk sistem informasinya, tetapi juga hal-hal lain di luar kompetensi intinya.
Mungkin anda bisa lebih membahas, bagaimana perusahaan dapat dengan yakin bahwa elemen yang di 'outsource' nya bukan merupakan core element mereka?
-Fara
http://ardialisa.blogstudent.mb.ipb.ac.id/
terima kasih materinya.
walaupun strategi outsourcing sudah dijalankan oleh Lion air kenapa masih saja tetap terjadi delay jadwal?
saya sering menemuinya di banyak jadwal penerbangan lion.
Satu lagi contoh penerapan outsourcing di bidang informasi yang layak ditiru oleh perusahaan jasa. Sebaiknya ditambahkan data mengenai perkembangan manfaat / keuntungan dari outsourcing tersebut.
tulisan yang sangat bermanfaat dan menambah wawasan dalam pengembangan IT secara outsourcing.
Terima kasih atas artikelnya. dengan adanya sistem outsourcing, maka akan memperkaya perusahaan untuk memilih alternatif apa yang paling sesuai untuk diterapkan pada perusahaannya, dalam rangka mengembangkan sistem informasi tsb.
Salah satu kelemahan dari sistem outsourcing adalah perusahaan akan kehilangan kendali terhadap sesuatu yang di outsource -kan, apalagi kalau vendor hampir mayoritas menguasai operasioanal perusahaan.
Bagaimana Lion Air akan mengantisipasi hal tersebut di kemudian hari?
Poskan Komentar